Buffon Bangga Sanggup Berkarir Hingga Usia Senja, Mati Tenang Karena Pernah Menangi Piala Dunia

Thursday, October 12th, 2017

Buffon Bangga Sanggup Berkarir Hingga Usia Senja, Mati Tenang Karena Pernah Menangi Piala Dunia

Penjaga gawang andalan Tim Nasional Italia dan Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku bangga bisa terus bermain di level tertinggi hingga menginjak usia senja, 39 tahun, yang akan genap menjadi 40 tahun pada tanggal 28 Januari 2018 mendatang.

Sejauh ini, Buffon memang belum memastikan kapan bakal pensiun dari karir profesionalnya. Namun, kiper veteran tersebut sempat menyatakan bahwa pentas Piala Dunia 2018 yang akan dihelat di Rusia nanti adalah turnamen terkahirnya sebelum mengambil keputusan gantung sepatu.

Buffon bergabung dengan si Nyonya Tua sejak musim panas tahun 2001 silam, tepatnya setelah dibeli dari Parma dengan harga yang memecahkan rekor transfer seorang penjagawa gawang kala itu, yakni sebesar 52 juta euro.

“Saya sering berpikir bahwa tak biasa untuk menemukan pemain yang bisa menautkan diri pada sepakbola selama 40 tahun,” buka Gianluigi Buffon kepada Copa90.

“Saya mulai bermain dengan orang-orang yang lahir tahun 60-an, dan saya akan menyelesaikannya dengan mereka yang lahir di tahun 2000-an. Itu adalah sesuatu yang saya banggakan,” imbuh dia.

“Sepakbola sudah banyak berubah, dan sekarang jauh lebih sulit. Meskipun begitu, saya telah menjadi seorang protagonist,” tegas Buffon.

Selama 16 tahun berseragam Bianconeri, Buffon termaktub sudah berhasil memenangkan berbagai gelar, di antaranya 10 trofi Serie A Italia, 1 trofi Serie B, 3 trofi Coppa Italia, dan 5 trofi Supercoppa Italiana.

Sementara itu, di level timnas, dia juga sukses mengantarkan Gli Azzurri keluar sebagai juara setelah mengalahkan Perancis dalam drama adu penalti di final Piala Dunia 2006. Dan menurut Buffon, trofi Internasional itu adalah hal yang paling membanggakan dalam hidupnya, sesuatu yang bisa membuat dirinya mati dalam keadaan tenang.

“Saya sudah mewujudkan mimpi terbesar yang bisa Anda miliki sebagai seorang bocah juga sebagai seorang pesepakbola. Saat masih kecil, saya melihat album stiker sepakbola dan bermimpi bermain di Serie A, bermain untuk tim nasional, tapi mungkin juara Piala Dunia terlalu tinggi bagi saya. Saya masih bisa tidur pada malam sebelum final Liga Champions. Tapi sebelum final Piala Dunia, saya tidak bisa tidur semenitpun.

Memenangi Piala Dunia seperti sebuah tiket seumur hidup. Itu akan menandai sebuah momen yang unik dalam hidup Anda, itu juga artinya Anda bisa meninggal dalam keadaan damai,” tandasnya.

-SH-


Leave a Reply